
Penyakit
yang disebabkan oleh radikal bebas bersifat kronis, yaitu dibutuhkan
waktu bertahun-tahun untuk penyakit tersebut menjadi nyata. Contoh
penyakit yang sering dihubungkan dengan radikal bebas adalah serangan
jantung,kanker, katarak dan menurunnya fungsi ginjal. Untuk mencegah
atau mengurangi penyakit kronis karena radikal bebas diperlukan
antioksidan.
Tubuh manusia dapat menetralisir
radikal bebas ini, hanya saja bila jumlahnya berlebihan, maka kemampuan
untuk menetralisirnya akan semakin berkurang. Merokok, misalnya, adalah
kegiatan yang secara sengaja memasukkan berbagai jenis zat berbahaya
yang dapat meningkatkan jumlah radikal bebas ke dalam tubuh. Tubuh
manusia didesain untuk menerima asupan yang bersifat alamiah, sehingga
bila menerima masukan seperi asap rokok, akan berusaha untuk
mengeluarkan berbagai racun kimiawi ini dari tubuh melalui proses
metabolisme, tetapi proses metabolisme ini pun sebenarnya menghasilkan
radikal bebas. Pada intinya, kegiatan merokok sama sekali tidak berguna
bagi tubuh, walau pun dapat ditemui perokok yang berusia panjang.
Radikal
bebas yang mengambil elektron dari sel tubuh manusia dapat menyebabkan
perubahan struktur DNA sehingga terjadimutasi. Bila perubahan DNA ini
terjadi bertahun-tahun, maka dapat menjadi penyakit kanker. Tubuh
manusia, sesungguhnya dapat menghasilkan antioksidan tetapi jumlahnya
sering sekali tidak cukup untuk menetralkan radikal bebas yang masuk ke
dalam tubuh. Atau sering sekali, zat pemicu yang diperlukan oleh tubuh
untuk menghasilkan antioksidan tidak cukup dikonsumsi. Sebagai contoh,
tubuh manusia dapat menghasilkan Glutathione, salah satu antioksidan
yang sangat kuat, hanya saja, tubuh memerlukan asupan vitamin C sebesar
1.000 mg untuk memicu tubuh menghasilkan glutahione ini. Keseimbangan
antara antioksidan dan radikal bebas menjadi kunci utama pencegahan
stres oksidatif dan penyakit-penyakit kronis yang dihasilkannya.
PROSES PENUAAN
Pada
umumnya semua sel jaringan organ tubuh dapat menangkal serangan radikal
bebas karena di dalam sel terdapat sejenis enzim khusus yang mampu
melawannya, tetapi karena manusia secara alami mengalami degradasi atau
kemunduran seiring dengan peningkatan usia, akibatnya pemusnahan radikal
bebas tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka Kerusakan jaringan
terjadi secara perlahan-lahan. Contohnya: di kulit menjadi keriput
karena kehilangan elastisitas jaringan kolagen serta otot, terjadinya
bintik pigmen kecoklatan /flek pikun, parkinson, Alzheimer karena
dinding sel saraf yang terdiri dari asam lemak tak jenuh ganda merupakan
serangan empuk dari radikal bebas.
ANTIOKSIDAN
Ketika
antioksidan bereaksi dengan radikal bebas, mereka saling berikatan ,dan
bersatu. Selanjutnya terbentuk radikal bebas yang baru yang relatif
lemah dan tidak membahayakan.
VITAMIN A Vitamin A larut dalam lemak, dilaporkan dapat bereaksi dengan radikal bebas melalui struktur ikatan rangkapnya .
VITAMIN
E Vitamin E adalah anti oksidan yang larut dalam lemak ,yang perlu
ditambahkan dalam makanan. Cara kerja Vitamin E sebagai anti oksidan
adalaha Vitamin E berjalan di seluruh tubuh bersama molekul yang namanya
Lipoprotein, dan dapat melindunginya dari oksidasi sehingga tidak
terbentuk radikal bebas. Oksidasi dari lipoprotein ini merupakan langkah
awal pembentukan: Atherosclerosis,pengerasan pembuluh darah dan
berperan pada kerusakan hati
VITAMIN C Vitamin C larut dalam
air, tidak dapat dibentuk oleh tubuh jadi harus dari makanan atau
supplement ( buah-buahan dan sayuran). Vitamin C ini secara kuat dapat
melemahkan radikal bebas serta mempunyai peran yang sangat penting dalam
meningkatkan system kekebalan tubuh. Vitamin C dan vitamin E berjalan
di seluruh tubuh bersama molekul yang namanya Lipoprotein, dan dapat
melindunginya dari oksidasi sehingga tidak terbentuk radikal bebas.
SELENIUM
Selenium terdapat di air minum, brokoli, kuning telur, bawang merah,
bawang putih dan anggur merah Sebenarnya selenium bukan antioksidan
tetapi berguna untuk produksi enzym-enzym yang berfungsi sebagai
antioksidan
DAMPAK PENGGABUNGAN ANTIOKSIDAN
Packer
Laboratorium menemukan bahwa beberapa antioksidan bila digabung
mempunyai kemampuan yang lebih kuat. Contohnya: ketika vitamin E tidak
berdaya terhadap radikal bebas, akan dengan sendirinya menjadi radikal
bebas yang lemah, kemudian vitamin E dapat didaur ulang sehingga kembali
menjadi vitamin E lewat bantuan Vitamin C. Kerja sama tersebut dengan
cara mennyumbangkan electron ke vitamin E sehingga dapat kembali menjadi
anti oksidan. Jadi kerjasama tersebut bermaksud untuk melindungi sesama
anti oksidan agar tidak teroksidasi, siklus ini berjalan terus, dan
dapat memelihara tubuh dari keseimbangan anti oksidan Selenium juga
dapat bekerjasama secara sinergis dengan vitamin E sehingga mempunyai
effek yang lebih kuat lagi.
0 komentar :
Posting Komentar