
Bagi Anda yang bekerja di
lapangan dan biasa terpapar sinar matahari, tentunya sering mengalami
masalah seputar kesehatan kulit. Kulit bisa saja menjadi lebih gelap,
timbul noda hitam (flek), gangguan pigmentasi, elatisitas kulit menurun,
bahkan lebih parahnya lagi bisa menimbulkan kerusakan DNA dan
menyebabkan kanker kulit. Meskipun begitu, tuntutan pekerjaan dan
aktivitas terkadang memaksa Anda untuk terus bermandikan sinar matahari.
Untuk melindungi kesehatan kulit akibat seringnya terkena sengatan
sinar matahari, Anda bisa menggunakan pelindung, seperti topi atau
payung. Cara lain yang bisa dilakukan untuk melindungi kulit Anda adalah
dengan menggunakantabir surya (sunscreen) yang dapat melindungi kulit
dari kerusakan akibat sinar matahari atau UltraViolet (UV).
Dalam
jumlah yang tidak berlebihan, sinar ultraviolet sebenarnya berguna bagi
tubuh, antara lain untuk membentuk vitamin D dari provitamin D agar
tulang tidak keropos, membentuk tirosin menjadi melanin sehingga kulit
berwarna, dan mampu membunuh bakteri jahat yang dapat menyebabkan
penyakit seperti jamur. Sinar matahari terdiri dari 3 komponen, yaitu
sinar UVA, UVB, dan UVC.
Sinar UVA
(panjang
gelombang antara 315 – 400 nm) mampu lebih dalam menembus kulit dan
memiliki jangka waktu yang lebih lama untuk menimbulkan kerusakan pada
kulit, seperti kerutan, dan gejala-gejala penuaan dini. Sinar UVA ini
akan membuat kulit menjadi hitam (tanning).
Sinar UVB
(panjang
gelombang 280 nm) hanya 0.2 % dari sinar matahari total. Paparan
sekitar 15 menit/hari dari sinar UVB ini sebenarnya sangat penting untuk
memicu pembentukan vitamin D3 (salah satu komponen Vitamin D) dari
provitaminnya. UVB sebenarnya juga mampu melindungi kulit terhadap
pembakaran lebih lanjut dengan cara menebalkan lapisan tanduk pada
kulit. Namun, eksposisi (paparan) sinar UVB yang terlalu lama dan
terlalu sering bisa menyebabkan menyebabkan kulit terbakar yang dapat
meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker kulit akibat penekanan
imunitas seluler kulit.
Sinar UVC
(panjang
gelombang 100 nm) sebenarnya amat berbahaya dan sangat merusak kulit,
tetapi sinar ini ditahan oleh lapisan ozon. Kebocoran lapisan ozon (O3)
menyebabkan beberapa (sebagian kecil) sinar ini masuk ke bumi. Tak heran
mengapa akhir-akhir ini sinar matahari terasa begitu menyengat dan
membakar kulit.
Penelitian terbaru menunjukkan
bahwa sinar UVA tidak hanya mampu meningkatkan efek kanker kulit yang
ditimbulkan akibat sinar UVB, namun juga secara langsung dapat
menyebabkan kanker kulit, termasuk melanoma.
Ada dua istilah
yang digunakan dalam perlindungan kulit terhadap sinar matahari, yaitu
sunscreen atau tabir surya, dan sunblok. Sunscreen (tabir surya) secara
kimiawi akan menyerap sinar UV, sementara sunblocks secara fisik akan
menangkis sinar matahari. Sunscreen lebih efektif melindungi kulit dari
paparan sinar UVB, dan sampai saat ini memang lebih sedikit sunscreen
yang memberikan perlindungan terhadap kulit akibat paparan sinar UVA.
Dalam
memilih tabir surya atau sunscreen, Anda harus memerhatikan nilai Sun
Protecting Factor (SPF) yang terdapat dalam setiap produk tabir surya.
Nilai tersebut menunjukkan kekuatan tabir surya dalam melindungi kulit
dari sengatan sinar UVB. Seberapa lama kulit terlindungi oleh tabir
surya sangat ditentukan oleh nilai SPF yang tertera pada produk
tersebut.
Kira-kira contohnya seperti ini:
Jika
tanpa tabir surya kulit Anda berubah merah dan terbakar dalam waktu 10
menit di bawah sinar matahari, biasa disebut initial burning time, maka
pemilihan tabir surya didasarkan atas nilai SPF dikalikan dengan 10
menit yang menunjukkan daya tahan tabir surya dalam melindungi kulit
Anda. Misal, nilai SPF adalah 15, berarti sunscreen tersebut dapat
melindungi kulit selama 15 x 10 menit = 150 menit atau 2 hingga 2,5 jam
dari sengatan sinar ultraviolet sebelum kulit menjadi terbakar dan
merah. Sedangkan nilai SPF 50 dapat melindungi kulit selama 8 jam.
Dari
penjelasan di atas menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai SPF, maka
kulit semakin terlindungi. Saat ini sudah banyak diproduksi tabir surya
dengan nilai SPF tinggi, 30 dan 50, yang berfungsi tidak hanya mencegah
kulit merah dan terbakar, tetapi juga mencegah kerusakan sel-sel DNA
akibat sengatan sinar UV.
Initial Burning Time
Meskipun
tabir surya bisa diandalkan untuk melindungi kulit, namun sebenarnya
kulit memiliki pertahanan alami sendiri. Kulit tidak akan langsung
terbakar ketika terkena sinar matahari melainkan akan membentuk melanin
sehingga menjadi kecoklatan. Tiap jenis kulit memiliki waktu tersendiri
untuk bertahan di bawah sinar matahari sebelum akhirnya kemerahan dan
terbakar.
• Kulit cerah, rambut pirang kemerahan, mata biru/hijau bertahan 10 – 20 menit
• Kulit putih, mata biru/kecokelatan, rambut pirang bertahan 15 – 30 menit.
• Kulit kuning langsat, rambut cokelat, mata cokelat bertahan 20 – 40 menit.
• Kulit cokelat muda, rambut hitam, mata cokelat tua bertahan 25 – 50 menit.
• Kulit sawo matang, rambut hitam, mata cokelat mampu bertahan 30 – 60 menit.
• Kulit hitam, mata hitam, rambut hitam bertahan 40 – 75 menit.
0 komentar :
Posting Komentar