
Kita sering mendengar istilah UV radiasi, namun apakah kita semua sudah memahaminya ?
Matahari memancarkan radisasi ultraviolet yang dibagi atas kategori berdasarkan panjang gelombang :
• UVC 100 – 290 nano meter
• UVB 290 – 320 nano meter
• UVA 320 – 400 nano meter
UVC
Radiasinya
hampir selalau diserap kembali oleh lapisan ozon dan tidak mempengaruhi
kulit. Namun radiasinya dapat juga ditemukan pada sumber-sumber buatan
seperti pada : lampu mercury, dan lampu pembunuh mikroorganisme (biasa
digunakan untuk mensterilkan kamar operasi di Rumah Sakit.
UVB
Mempengaruhi
lapisan epidermis dan penyebab utama membakar pada kulit, radiasi
paling keras radiasinya antara jam 10 pagi dan jam 2 siang saat matahari
sedang panas-panasnya, juga akan lebih keras dimusim-musim panas, dapat
menyerap kekulit sampai 70%, namun radiasi jenis ini tidak mampu
menembus kaca, sehingga aman bila kita berada diruang kaca maupun
didalam mobil.
UVA
Semula dikira
hanya mempunyai efek kecil terhadap kerusakan kulit, ternyata hasil
penelitian sekarang diketahui bahwa radiasi sinar ini merupakan penyebab
utama kerusakan kulit, dapat menembus kulit lebih dalam dan bekerja
lebih efektif merusak kulit. Intensitas radiasi UVA lebih konstan
daripada UVB tanpa ada variasi jam dan musim serta mampu menembus kaca,
berdasarkan kondisi ini dapat dipastikan bahwa radiasi UVA lebih sangat
berbahaya untuk kulit kita.
EFEK MERUSAK DARI UVB & UVA
Menyebabkan
kerusakan kulit sepeti kerut, penurunan imunitas kulit terhadap
kekebalan, dan gangguan yang mempercepat penuaan kulit, tapi kita belum
sepenuhnya mengerti proses tersebut, salah satu dari kemungkinan
mekanisme kulit yang disebabkan oleh UV adalah kerusakan kolagen,
pembentukan radikal bebas, mempengaruhi perbaikan DNA, serta menahan
sistem imun kulit.
KERUSAKAN KOLAGEN
KERUSAKAN KOLAGEN
Di
lapisan dermis radiasi UV menyebabkan kerusakan kolagen pada tingkat
yang lebih tinggi daripada kerusakan yang disebabkan penuaan secara
alamiah, cahaya matahari merusak serat kolagen dan menyebabkan
penumpukan /akumulasi elastin abnormal. Ketika elastin ini terakumulasi
enzim yang disebut metalloproteinases akan diproduksi dalam jumlah
besar. Biasanya enzim ini berfungsi memperbaiki kulit yang rusak karena
sinar dengan menghasilkan dan membentuk kolagen, tapi proses ini tidak
selalu berjalan baik dan sejumlah protein ini malah menghancurkan
kolagen, hasilnya adalah munculnya kumpulan serat kolagen yang tidak
beraturan dikenal sebagai solar scar. Ketika kulit mengulagi proses
perbaikan yang tidak sempurna ini secara berulang-ulang terbentuklah
keriput.
RADIKAL BEBAS
Penyebab utama
radikal bebas adalah radisasi UV, radikal bebas adalah molekul tidak
stabil, hanya punya 1 elektron terdapat pada sinar UV, karena elektron
harusnya berpasangan molekul ini harus mengambil elektron dari molekul
lain, biasanya diambil elektron molekul yang terdapat pada dinding sel
kulit. Ketika molekul pada kulit kehilangan elektron oleh elektron
molekul radikal bebas, maka molekul sel kulit harus menemukan elektron
lain dengan mengulangi proses ini sekali lagi. Proses ini tentu saja
menyebabkan kerusakan pada dinding sel dan akan merusak sel sehingga
mempengaruhi fungsi sel. Kerusakan sel yang terjadi mencapai keinti sel
dan merubah material genetik, RNA dan DNA diinti sel, sehingga dapat
mengacaukan proses regenerasi sel maupun dapat memicu pertumbuhan sel
yang tidak terkontrol yang merupakan sel kanker. Kerusakan akibat
Radikal bebas juga memperparah timbulnya keriput karena kemampuannya
mengaktifkan metallopteinase yg merusak kolagen.
PERBAIKAN DNA
DNA
diinti sel kulit maupun diinti sel tubuh kita secara keseluruhan dapat
saja mengalami kerusakan, namun DNA mempunyai kemampuan untuk
memperbaiki sendiri kerusakan tersebut dengan peranan enzim khusus yang
disebut T4 endonuclease 5 (T4N5) . Radiasi UV dpt mempengaruhi kerja
enzim tersebut sehingga kemampuan DNA untuk memperbaiki diri akan
terganggu tentu saja hal ini menyebabkan tingkat kerusakan sel kulit
yang terjadi semakin tinggi.
EFEK PADA SISTEM IMUN
Tubuh
memiliki sistem kekebalan untuk menyerang sel-sel kanker yang sedang
tumbuh, sistem imun ini termasuk sel darah putih disebut T limfosit, dan
sel-sel kulit dilapisan terdapat sel langerhans yang berfungi sebagai
imun. Ketika kulit terkena sinar matahari maka sejumlah bahan kimia dari
sel kulit dikeluarkan untuk pertahanan diri namun berefek pada
penekanan daya imun dari sel langerhans ini.
KEMATIAN SEL
Pertahanan
terakhir dari sistem imun adalah proses yang disebut apoptosis.
Merupakan proses bunuh diri sel, berfungsi membunuh sel rusak parah
sehingga sel tersebut tidak menjadi sel kanker. Bunuh diri sel ini
terlihat saat mengelupas setelah terbakar matahri. Ada beberapa faktor
termasuk terkena UV dapat mencegah terjadi kematian sel yang rusak
sehingga menyebabkan sel tersebut dapat berkembang membelah diri dan
dapat menjadi kanker.
PERUBAHAN TEKTUR KULIT AKIBAT MATAHARI
Terpapar
UV menyebabkan penebalan dan penipisan kulit. Kulit tebal dengan
kerutan-kerutan kasar biasanya muncul dibelakang leher yang tidak hilang
saat kulit ditarik. Kondisi yg disebut solar elastosis ditandai dengan
kulit yg tebal, berkeriput dengan kasar dan berwarna kekuningan. Akibat
umum terkena UV adalah penipisan kulit yg menyebabkan timbul kerutan
halus, mudah memar, dan kulit mengelupas.
PERUBAHAN PEMBULUH DARAH AKIBAT MATAHARI
Sinar
UV menyebabkan dinding sel pembuluh darah menipis menyebabkan lebih
mudah memar hanya disebabkan oleh trauma kecil dikulit yang terkena
matahari, contohnya bagian besar dari memar yang terjadi dikulit yang
terbakar matahari terjadi dibelakang tangan atas dan lengan bagian luar.
Matahari juga dapat menyebabkan munculnya telengiectasias, pembuluh
darah kecil dikulit khususnya diwajah berbentuk seperti jaring
laba-laba.
PERUBAHAN PIGMEN
Yang
paling mudah terlihat adalah bintik-bintik hitam dan lentigo. Orang yang
berkulit terang lebih cenderung kelihatan frekelnya, frekel disebabkan
ketika sel yang menghasilkan melanin atau malanosit rusak akibat sinar
UV sehingga menjadi berukuran besar. Frekel besar yang juga dikenal
sebagai age spot atau liver spot dapat terlihat dipipi yang menyebar,
dibelakang tangan, dada, pundak lengan atau punggung. Mereka tidak
disebabkan oleh usia tapi oleh kerusakan karena sinar matahari. Sinar UV
juga menghasilkan white spot biasanya ditemukan dikaki, dibelakang
tangan dan lengan hal ini terjadi ketika melanosit rusak total.
TONJOLAN KULIT KARENA MATAHARI
Radiasi UV menyebabkan peningkatan jumlah moles pada area yg terkena matahari.
Sinar
matahari juga menyebabkan lesi precancer yang disebut actinic keratose
(dapat dilihat pada gambar dibawah) dapat tumbuh dimuka, kuping dan
belakang tangan, berupa benjolan-benjolan mengeras, sering lebih mudah
dirasakan daripada dilihat. Actinic keratosis terasa sebagai premaligna
lesi karena 1 dari 100 kasus akan berkembang jadi squamous cel
karsinoma. Ekpose UV juga menyebabkan sebaroik keratoses yang merupakan
lesi yang kelihatannya seperti menempel dikulit. Tidak seperti actinic
keratose, seboroik tidak menghasilkan kanker
KANKER KULIT KARENA MATAHARI
Kemampuan
matahari menghasilkan kanker kulit sudah diketahui secara umum, ada 3
jenis sel kanker adalah : melanoma, carsinoma sel basal, dan carsinoma
sel squamosa.
Malanoma merupakan cancer paling mematikan
karena metastase dengan sangat cepat dari jenis kanker lainnya. Diyakini
bahwa seseorang yang sering terpapar sinar matahari kekulit sebelum
usia 20 merupakan faktor penentu timbulnya melanoma (dapat dilihat pada
gambar dibawah)
Resiko terkena basal sel karsinoma atau
squamosa sel karsinoma ditentukan oleh terpapar radiasi UV seumur hidup
dan perlindungan pigmen seseorang, artinya lebih beresiko pada kulit
putih. Karena perlindungan pigmen yang sedikit.
Pemaparan
diatas jelas menunjukkan betapa bahayanya radiasi sinar UV matahari,
bukan hanya beresiko pada individu yang memang secara langsung
beraktivitas dibawah sinar matahari seperti : pengawas lapangan, pemain
Golf, beraktivitas dipantai, dan lain-lain, namun beresiko juga pada
individu yang berada dalam kendaraan mobil misalnya, karena kemampuan
radiasi Sinar UVA mampu menembus kaca, lalu apakah anda masih merasa
aman tanpa memperoteksi diri terhadap sinar UV, apakah cukup dengan
berpayung atau bertopi ? bagaimana dengan wajah kita yang memang bagian
tubuh pertama yang sangat mudah terpapar dengan sinar matahari. Apakah
anda berani mempertaruhkan kesehatan kulit anda terutama kuit wajah
begitu saja, atau merasa sudah menggunakan suncreen, mulai sekarang coba
anda pelajari apakah produk suncreen yang anda pakai saat ini mampu
bekerja begitu hebat melindungi kulit anda untuk melawan sinar matahari
???? terutama jenis UVA
Dibawah ini ada
beberapa kiat untuk anda semua yang senang bermain dengan cahaya
matahari atau memang tuntutan situasi dan pekerjaan yang mengharuskan
kita terpapar dengan sinar matahari
1. Terpapar
pada waktu yang lama dengan sinar UV dapat merusak kulit, bila ingin
beraktivitas dibawah sinar matahari yang aman adalah sebelum jam 10 pagi
dan sesudah jam 4 sore. Saat dimana sinar matahari tidak terlalu kuat,
dan ingat awan tidak bisa mencegah radisasi sinar UV
2. Usahakan selalu mencari tempat yang teduh saat anda berada diluar ruangan
3. Gunakan
topi, setidaknya yang mempunyai tepi 4 inc sekeliling, sehingga efektif
menutup wajah, leher dan telinga, bisa juga menggunakan payung kalau
tidak terlalu merasa repot
4. Sebaiknya menggunakan baju atau pakaian yang panjang dan menutupi permukaan tubuh, dengan bahan yang tebal
5. Gunakan
sunscreen yang mengandung sun potrection factor (SPF) yang cukup, 15
menit sebelum terpapar matahari, ulangi pemakaian bila anda berenang
atau berjemur, pastikan jenis sunscreen yang anda gunakan mampu mencegah
radiasi Sinar UV terutama kebagian wajah
6. Meskipun anda menggunakan pakaian tetap anda harus tetap mengupayakan untuk mengoleskan sunscreen diarea tertutup
7. Hati-hati
sinar UV dapat dipantulkan dari air, pasir, salju, dan permukaan yang
berwarna terang, jadi rajin-rajin mengoleskan suncreen saat anda berada
diarea tersebut
8. Ingat radiasi sinar matahari akan menembus
kaca dan air, jadi anda tetap membutuhkan perlindungan saat berada
didalam ruangan, maupun dikolam renang
9. Hindari sinar lampu didalam ruangan dan tanning bed, bisa saja lebih panas untuk kulit anda dibandingkan sinar matahari
0 komentar :
Posting Komentar