
Kembali
ke alam, begitulah tren dunia kesehatan saat ini. Bahkan dunia medis
barat pun mempercayakan terapi pengobatan pada alam. Tanaman bernama
milk thistle adalah salah satunya. Milk thistle (Silybum marianum) telah
dipakai selama lebih dari 2.000 tahun. Banyak yang sudah ditulis
mengenai dampaknya pada kesehatan. Lebih dari 300 penelitian ilmiah
terhadap milk thistle, salah satunya adalah penelitian Morgan Stanley
Children’s Hospital of New York-Presbyterian and Columbia University
Medical Center yang menemukan dampak perlindungan hati oleh milk thistle
pada anak yang menerima kemoterapi kanker. Penelitian ini juga meliputi
seluruh aspek penggunaan milk thistle dalam pengobatan kanker, serta
dalam melawan penyakit lain seperti hepatitis C, diabetes, dan HIV
Tanaman dan Tumbuh-tumbuhan Anti kanker
Para
peneliti mengemukakan bahwa penelitian praklinis dan klinis menunjukkan
potensi milk thistle sebagai unsur antikanker. Milk thistle menjadi
pilihan karena saat ini tidak ada pengobatan atau suplemen lain tersedia
yang dapat mempertahankan fungsi hati dan menyediakan manfaat klinis.
Potensi klinis suplemen pelindung hati dalam perawatan kanker adalah
penting, karena berbagai obat kemoterapi serta kebanyakan obat kanker
lain yang dipakai pasien mempunyai masalah toksisitas hati yang sangat
berat.
Milk thistle telah dipakai, terutama di
Eropa, untuk mengobati hepatitis, kerusakan pada hati yang diakibatkan
oleh kecanduan alkohol, dan keracunan oleh beberapa jenis jamur
tertentu. Tidak ada bukti bahwa silymarin bertindak langsung terhadap
HIV. Tetapi, obat-obatan yang dipakai untuk melawan HIV dapat merusak
hati. Orang yang terinfeksi virus hepatitis B atau C (HBV dan HCV) lebih
mungkin mengalami masalah hati waktu memakai obat antiretroviral (ARV).
Milk thistle dapat membantu mencegah kerusakan pada hati.
Ekstrak
tanaman ini juga melindungi hati melalui tindakan sebagai antioksidan
dan dengan mendorong tumbuhnya sel hati baru. Membantu pencernaan lemak,
menjaga agar senyawa yang berdampak buruk tidak masuk pada sel hati,
dan mencegah atau memulihkan kerusakan pada hati yang disebabkan oleh
alkohol, narkoba, pestisida, racun lain, atau hepatitis. Milk thistle
juga mempunyai kemampuan untuk mempercepat mengurangi racun dalam tubuh
sebelum masuk kedalam hati dan pengeluaran cairan empedu.
Milk
thistles merupakan tanaman berbunga keluarga Asteraceae, genus Silybum.
Tanaman ini merupakan tanaman asli di wilayah Mediterania, Eropa,
Afrika Utara, dan Timur Tengah. Saat ini milk thistle tersebar luas di
berbagai belahan dunia, termasuk di Amerika Utara. Tanaman ini dikenal
sebagai tanaman liar dengan nama ilmiah Silybum marianum. Penamaan ini
mengacu pada bahan aktif yang dikandungnya yaitu silibium atau
silymarin. Kandungan silymarin banyak terdapat pada bagian buah yang
berwarna hitam.
Hanya ada dua jenis yang saat
ini dapat diklasifikasikan dari genus silybum yaitu Silybum eburneum
yang dikenal dengan Silver Milk Thistle, Elephant Thistle, atau Ivory
Thistle dan Silybum marianum yang dikenal dengan Blessed Milk Thistle,
yang mempunyai banyak sinonim seperti Variegated Thistle. Dua jenis
lainnya merupakan persilangan alami yaitu Silybum gonzaloi dan S.
eburneum var. hispanicum. Sejauh ini Silybum marianum diketahui
merupakan jenis yang tersebar luas dan dipercaya paling banyak
mengandung silymarin untuk pengobatan.
Kandungan Silymarin Pada Tanaman Milk Thistle
Kandungan
aktif milk thistle adalah senyawa kimia yang disebut sebagai flavonoid.
Flavonoid dalam milk thistle adalah silybin, silydianin, dan
silychristin. Secara bersama, ketiga flavonoid ini disebut sebagai
silymarin. Oleh karena itu, orang sering menyebut milk thistle dengan
silymarin.
Dengan formula C25H22O10, silymarin
atau silibinin berperan sebagai antioksidan yang melindungi aksi radikal
bebas. Beberapa produk perawatan kulit mengandung senyawa ini karena
aktivitas antioksidannya dapat mengurangi risiko kanker kulit.
Silymarin
melindungi hati dengan merangsang pembentukan sel-sel hati yang baru.
Dengan menghambat pembentukan peroxidation silymarin membantu mengurangi
atau melindungi hati dari kerusakan yang disebabkan oleh alkohol, jamur
beracun, obat-obatan, dan berbagai racun lainnya.
Untuk
pengobatan, dibuat ramuan semacam jamu dari biji milk thistle. Ramuan
ini sudah dipakai selama lebih dari 2.000 tahun sejak zaman Yunani dan
Romawi kuno. Saat ini, juga tersedia teh milk thistle. Tetapi perlu
diingat bahwa silymarin, bahan aktif yang terkandung dalam milk thistle
larut dalam alkohol, tidak dapat diekstraksi dengan air secara efektif.
Jika anda mau mencoba membeli ekstrak milk thistle, hal yang sangat
penting, pastikan standarisasi dari proses ekstraksi dan perusahaan yang
telah memiliki good standard manufacturing processes dan perhatikan
dosis yang dianjurkan.
Kegunaan milk thistle
yang telah diujicobakan pada manusia dan atau binatang. Keamanan dan
efektivitasnya tidak selalu sama untuk setiap orang. Pada beberapa kasus
yang serius harus dievaluasi oleh tim kesehatan yang memenuhi
kualifikasi.
0 komentar :
Posting Komentar